Skip to main content
Beny

Benediktus Meraih Medali Emas Program Bahasa Inggris, University of Adelaide

Salah seorang peserta program tugas belajar karyawan PKT di Australia, Benediktus Anugrahria Lilik Lukrisnianto SH meraih medali emas oleh The English Language Centre, University of Adelaide (UA). Karena capaiannya itu, Beny –panggilan akrabnya, boleh tersenyum melihat profilnya tercantum resmi dari publikasi universitas di https://www.adelaide.edu.au/elc/courses/pathways/pep/jokanasaward/. Beny juga mendapat kesempatan menyampaikan pidato singkat dalam bahasa Inggris di sebuah acara penganugrahan medali di hadapan dosen dan mahasiswa UA. “Sebuah pengalaman pertama yang mengesankan,” kata alumni Fakultas Hukum Unair tahun 2008. 

Beny berangkat tanggal 16 Pebruari 2015. Sebelum study di Universitas Adelaide, Beny harus menyelesaikan Program Bahasa Inggris selama 5 bulan. Program tersebut meliputi penguasaan academic writing, speaking, listening dan analytical reading.

Beny mengambil Program Master Hukum, Universitas Adelaide yang merupakan salah satu dari 8 Universitas terbaik di Australia. Universitas ini juga masuk dalam 100 universitas terbaik dunia versi QS World University Rangkings tahun 2015. UA menawarkan banyak study tentang Hukum Perdagangan Internasional dan corporate law yang masih ada hubungannya dengan tugas-tugasnya sebagai Staff Hukum PKT dan studynya di S1.

Beny akan menyelesaikan studynya dalam waktu hanya 1 tahun  meliputi tugas paper, mini research (4000-5000 kata), seminar, presentasi dan ujian. Program ini lebih pendek dari program S2 pada umumnya. Dalam studynya Beny tidak wajib mengambil tesis. Beny lebih senang menyelesaikan pelajarannya yang 24 unit atau 8 course. “Saya ingin mendapat pengetahuan dan pengalaman yang berbeda terkait dengan bisnis dan hukum perusahaan,” kata Staff Hukum PKT sejak tahun 2009

Di luar tugas utamanya study hukum, Beny masih sempat bergabung dalam conversation yang biasa disebut The talking with Aussies program. Dalam program ini Beny dapat meningkatkan conversation dalam bahasa Inggris dengan seorang volunteer Aussies. Untuk pergaulan sosial Beny juga ikut kegiatan kelompok kebugaran di UA. 

Adelaide adalah kota yang paling terjangkau di Australia dan memiliki transportasi umum yang sangat baik, yang dapat mencapai sebagian besar wilayah di Australia Selatan. Kota ini dikenal sebagai “Kota 20 menit” karena hanya dalam waktu 20 menit dapat mengunjungi pantai, gunung, dan pertanian dengan transportasi umum dari Adelaide. Adelaide juga dikenal sebagai kota festival karena ada banyak festival seperti Adelaide Pinggiran Festival, Festival Zombie, Festival Pasar Jalanan, dll. Adelaide kotanya tenang seperti Bontang, sehingga sangat cocok untuk belajar. Singkatnya, Adelaide adalah tempat terbaik untuk mahasiswa internasional yang memiliki anggaran moderat dan yang mencintai perdamaian dan tempat yang tenang.

Menurut Beny, PKT adalah salah satu perusahaan besar di Indonesia yang akan memperluas bisnisnya ke level internasional. Oleh karena itu, PKT membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk berpikir global dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar dan percaya diri. “Saya berharap semua pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari luar negeri bisa mendukung PKT khususnya di sektor hukum bisnis internasional dan hukum perusahaan,” jelas Beny lewat emailnya.

Pengalaman Beny, ada banyak pelajaran yang diperoleh selama studi di Australia. Pelajaran yang paling penting adalah bagaimana berbicara dalam bahasa Inggris dengan penuh percaya diri. Rahasia untuk melakukannya adalah untuk berbicara perlahan dan jelas, kata demi kata. Tidak perlu terburu-buru ketika berbicara bahasa Inggris yang cenderung membuat berbicara tidak jelas. “Bagi saya bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi dengan orang lain, oleh karena itu sangat penting untuk membuat kata-kata yang kita katakan dimengerti dan jelas,” kata Beny.

Beny ke Australia dengan membawa keluarga. Istrinya, Anggelina Paramita Dyah Purnamasari yang lahir 7 April 1988. dan 2 anaknya, Imanuel Magnus Anugrah Pratama, yang lahir 21 Pebruari 2012 dan Stella Felicia Adelaide yang lahir 9 April 2015. Study dengan membawa keluarga dapat mendorong prestasi study dan tentunya ada yang menemani setelah di rumah. “Waktu dan keuangan harus diatur keduanya supaya seimbang. Awalnya sulit tetapi lama kelamaan bisa menyesuaikan diri dengan menerapkan jadwal mingguan. Saya bisa menyeimbangkan waktu untuk belajar dan untuk keluarga. Mengelola anggaran juga mengasyikkan. Ada beberapa strategi, seperti, memasak sendiri, pergi ke tempat umum pada musim panas untuk menghemat listrik, pergi ke pesta barbeque yang gratis yang sering diadakan di Adelaide he..he..,” kata pria rapi yang lahir di Surabaya, 8 Maret 1985. 

Bagi Beny, hidup dengan keluarga di Australia tidak mudah, ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan, namun keberadaan keluarga untuk menemaninya di Australia sangat berarti baginya karena mereka selalu mendorong dan memotivasi untuk mencapai hasil terbaik dalam study. (Rtn/SB)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.