Skip to main content
pkt

Harga Gas Pupuk Dinilai Belum Optimal

JAKARTA — Penurunan harga gas industri untuk sektor pupuk dinilai belum optimal kendati Kementerian ESDM telah mengumumkan harga gas industri di plant gate maksimum US$6/MMBtu  secara bertahap.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan dari tiga sek- tor yang penurunannya ditetapkan, harga gas industri di sektor pupuk dinilai belum maksimal untuk meningkatkan daya saing. Tujuan menurunkan harga gas itu kan supaya kompetitif. Khusus pupuk, mungkin belum optimal,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan,
Selasa (29/11).
 
Menurut Airlangga, penurunan harga gas industri di sektor pupuk seharusnya disamakan dengan harga amonia, dengan best price US$3 per MMBtu. “Dengan harga US$ 3 perMMBtu, lalu pakai formula masih tidak masalah, itu karena kan best price . Jadi kalau harga pupuknya naik, diaikut naik harganya, tidak ada persoalan,” jelasnya.
 
Dia mengatakan akan membicarakan dengan kementerian terkait perihal implementasi harga gas industridi lapangan. Selain itu, Airlangga mengatakan Kemenperin juga tetap mendorong penurunan harga gas industri tidak berhenti di tiga sektor yang mendapat kemudahan saat ini, yaitu pupuk, petrokimia, dan baja. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, setidak- nya ada tujuh sektor yang diamanat- kan untuk ditetapkan harganya oleh pemerintah.
 
Industri tersebut yakni industri pupuk, petrokimia, baja, oleochemi- cal , keramik, kaca dan industri sarung tangan karet. “Sesuai dengan Perpres saja. Jadi kita kan penuhi dulu saja yang diamanatkan Perpres,” ujarnya.
 
BELEID TELAH DITEKEN
Di tempat terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sum- ber Daya Mineral (ESDM) Susyanto mengatakan Menteri ESDM Ignasius Jonan telah menandatangani draf keputusan menteri yang mengatur penurunan harga tiga industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku. Menurutnya, khusus ketiga industri ini akan menggunakan formula harga gas baru yang memasukkan komponen harga minyak dan kom- ponen harga produk.
 
Dengan demikian, harganya akan menunjukkan kondisi terkini dari aspek harga minyak dan harga produk. Saat ini, di hulu, pemerintah menggunakan harga tetap dengan
eskalasi tiap tahunnya. Formula ini menyebabkan industri bisa tetap menikmati harga gas murah ketika harga minyak naik, namun tak bisa merasakan harga murah ketika harga minyak jatuh dalam dua tahun terakhir. Di sisi lain, harga produknya justru telah mengalami penyusutan dan membuat industri dalam negeri mengeluarkan
ongkos yang besar untuk memenuhi kebutuhan gas.
 
“Ini lagi diundangkan . Yang jelas, harganya kan memenuhi apa yang diinginkan presiden,” ujarnya.
 
Dia menyebut dalam beleid tersebut nantinya terlihat secara detail gas dari lapangan mana dan pasokan ke industri mana saja yang akan mengalami penyesuaian. Kendati demikian, dia menyebut masih terdapat potensi penurunan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor migas karena mengompensasi harga gas bagi industri.
Bahkan, dia menyebut penyesuai- an harga di beberapa lapangan bakal mengorbankan bagian kontraktor. Namun, Susyanto enggan menyebut kebih detail berapa potensi PNBP migas juga bagian kontraktor yang akan terkoreksi untuk menurunkan harga gas.
 
Bagian kontraktor, tutur Susyanto, berkurang bila penurunan harga yang diperoleh dari bagian pemerin- tah belum sesuai dengan kemampu- an industri. Konsep tersebut,  katanya, telah dibicarakan dengan beberapa kontraktor di lapangan terkait. Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan penurunan harga dilakukan secara bertahap karena membutuhkan upaya efisiensi dari kegiatan usaha hulu gas, di hilir juga di tingkat industri pengguna gas.
 
Beberapa cara seperti menghilangan trader bertingkat, menambah umur pakai pipa gas, menggunakan pipaopen access dan mendorong industri melakukan revitalisasi pabrik diharapkan mampu membuat harga lebih rendah 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.