Skip to main content
Rifki

Rifki Adi Nugroho, Master Mechanical Engineering dari University of Waterloo

Pada akhir tahun 2015, PKT  kedatangan beberapa orang karyawannya yang mengikuti program tugas belajar luar negeri. Salah satunya adalah Rifki Adi Nugroho, alumni master program dari University of Waterloo, Kanada. Rifki mengambil studi Mechanical Engineering dan menempuh studynya selama hampir 2 tahun dan 2 bulan untuk meningkatkan bahasa Inggris.  

Mengawali ceritanya kepada Tim Portal SDM, setelah mendapat kepastian tugas belajar, pria tinggi yang murah senyum ini membuat aplikasi ke University of Waterloo dan Cranfield University di Inggris. Universitas Cranfield sebagai prioritas utama karena universitas tersebut memiliki reputasi yang bagus untuk bidang turbo machinery sesuai dengan study yang diinginkan perusahaan. Pilihan kedua, University of Waterloo karena terdapat Professor yang mempunyai interest research tentang turbo machinery. University of Waterloo memberikan LOA (Letter Of Acceptance) terlebih dahulu, maka alumni Teknik Mesin ITS angkatan 2003 memilih study di Kanada.

Rifki lalu berangkat 26 September 2013 bersama keluarganya, Sang istri Febriani Sri Lestari yang alumni FE UGM dan anak semata wayangnya, Mirza Barick Sheehan Nugroho. 

Rifki dengan enjoy menjalani kuliahnya yang mengambil 7 courses.  Dia juga menjadi TA (Teaching assistant), dan membimbing mahasiswa undergrad dalam  submarine competition, serta membantu pekerjaan supervisor seperti merakit wind tunnel dan melakukan maintenance wind turbine. Untuk pekerjaan tambahan ini, Rifki kadang mendapat uang tambahan bila membantu profesornya. 

Mereka begitu menikmati tinggal di daerah baru. Meski jadwal perkuliahan dan research sangatlah padat, mereka harus pintar mengatur waktu agar lebih dapat mempunyai waktu dengan keluarga. 

“Di Kanada masuk kerja atau sekolah mulai jam 9, padahal kami telah bangun sebelum Subuh, sehingga bisa meluangkan waktu bersama keluarga sebelum pergi kerja,” kata alumni SMU 16 Surabaya. Lebih lanjut pria kelahiran Jayapura, 30 Nopember 1985 mengatakan, “Warga Indonesia yang sudah lama di sana juga sudah kami anggap keluarga, setiap bulan sekali kami ngumpul untuk membicarakan masalah politik yang berkembang di Indonesia ha…ha…,”

Untuk jurusan mechanical engineering, International student seperti Rifki yang menjadi karyawan PKT sejak 11 Nopember 2008 ini tidak diperkenankan mengambil course based master program, sehingga untuk tugas belajarnya mengambil research based master program

“Karena saya mengambil program research, ada thesis yang wajib diambil. Untuk penyaringan topic thesis memerlukan waktu kurang lebih 6 bulan. Topic yang diambil harus belum pernah diteliti oleh peneliti lain. Thesis saya berjudul Blade Number Influence on Centrifugal Impller Flow Behavior,” jelas penyuka tenis meja yang sempat mengikuti kejuaraan tenis meja di Toronto, dalam team University of Waterloo, meski hanya menjadi pemain cadangannya.

Sesuai judulnya Rifki menganalisa fluida yang mengalir di dalam pompa. Topik ini cukup menantang karena fluida di dalam pompa sangat kompleks, rumit dan turbulen. Aliran akan bertambah kompleks bila beroperasi tidak dalam kondisi ideal nya (tidak dalam kondisi desain). Untuk menganalisa aliran fluida banyak metode yang digunakan. Pada research ini, Rifki menggunakan laser untuk mendeteksi pergerakan aliran fluida. Metode laser untuk mendeteksi pergerakan fluida merupakan teknologi cukup up to date yang baru berkembang sekitar tahun 2005. Dengan technology tersebut, pada research ini, Rifki dapat menganalisa aliran dengan sangat akurat, cepat, dan dapat melihat aliran fluida lebih detail. Hal ini terbukti dengan hasil yang sangat baik terlihat pada aliran fluida di dalam pompa yang beroperasi di bawah kondisi idealnya. Sejauh ini belum ada hasil penelitian yang sesuai dengan aliran fluida yang sangat kompleks tersebut.

Pada penelitian ini Rifki membuat rig test pompa sendiri, mulai dari perhitungan desain, drawing sampai manufacturing. Rifki juga menguji desain dan alat-alat tersebut. 

“Alhamdulillah, apa yang saya desain dan manufacturing bekerja sesuai yang diinginkan. Ketika mendesain pompa, saya mengerti parameter-parameter apa yang dibutuhkan. Diharapkan bila ada masalah di turbo machinery saya dapat mengetahui lebih cepat. Selain saya dapat mengoperasikan mesin-mesin manufacturing seperti lathe, milling, CNC, saya mengetahui bagaimana system 5R di sana dijalankan. Saya akan membantu bengkel kita lebih bisa menerapkan 5R seperti di sana,” jelas Rifki yang alumni SMP 13 Surabaya.

Menurut Rifki, manfaat penelitian ini tidak terasa langsung untuk perusahaan karena pada dasarnya research yang diambil merupakan eksperimen tingkat lanjut. Namun demikian banyak sekali ilmu yang dapat diaplikasikan untuk perusahaan baik ilmu teknik maupun manajerial. 

Rifki sering pindah sekolah dan tempat tinggal sehingga pada saat di Kanada dengan cepat dapat beradaptasi. Rifki menghabiskan SD dan sebagian SMP nya di Jayapura. Mengaku berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dari segi ekonomi. Orang tuanya pensiunan PNS. “Saya masih bisa makan ayam dan telor waktu kecil namun saya kalau nonton tivi di rumah orang lain, di luar teralis jendelanya. Kalau saya ingat-ingat seperti orang di penjara pose nya he..he..,” Kata Rifki yang mengenang masa kecilnya dengan manis. Rifki dibelikan Nintendo ketika orang lain sudah punya PS 1. Rifki juga mengaku termasuk orang yang tidak terlalu pintar. 

“Saya seumur-umur tidak pernah mendapatkan juara 1, atau mungkin sekali aja waktu SD ketika itu mendapat nilai NEM tertinggi. Namun saya bisa bekerja melebihi  orang lain agar saya merasa selevel dengan yang saya inginkan,” kata staff spesialis rotating di Departemen Harmekal I. 

Banyak sekali kesan ketika Rifki tugas belajar. Waterloo adalah kota yang plural dan diversity. Secara bercanda, Rifki ternyata punya darah keturunan China yang cukup kuat. Hal ini dibuktikan sudah puluhan kali mahasiswa asal China yang langsung menegur sapa Rifki menggunakan bahasa Tiongkok. “Saya balas dengan bahasa Jawa he..he..,” kata Rifki sambil tertawa.

Kanada merupakan salah satu negara developed country. Orang-orangnya yang cukup teratur dan disiplin dan fasilitas public transportation nya sangat baik. Jadwal bus hampir tidak pernah telat sehingga bisa diatur kapan harus berangkat dan kapan akan sampai di tempat. Selain itu,  sebagai visitor Rifki mendapat subsidi dari pemerintah. “Lumayan untuk beli tempe dan bumbu pecel,” katanya ringan.

Untuk studi, University of Waterloo merupakan salah satu universitas yang sangat baik, terbukti dengan mahasiswa dapat mengakses jurnal dengan sangat mudah, sehingga memudahkan mencari referensi untuk research.

Rifki berharap, PKT terus mengirimkan pekerjanya untuk belajar ke luar negeri karena banyak sekali nilai positifnya. Semakin banyak pekerja yang berbuat positif untuk PKT sehingga bisa lebih berjaya lagi ke depannya.

Pelajaran penting yang didapat sebenarnya sama dengan orang orang lain.  “Selain itu saya dapat pelajaran penting mengenai kepercayaan terhadap Tuhan. If you can dream it, you can do it, just believe it, you will make it. And if a person can do it, so I can do it. If I failed, I need to try harder,” kata Rifki. “Dan tentunya bisa jalan-jalan ke negara lain dengan biaya minimal... hi...hi,” tambahnya. Memang Rifki sangat menikmatinya. Di laman Face Booknya banyak foto-foto hasil jalan-jalannya ke negeri lain. Tetap enjoy di Bontang dan berbuat positif untuk perusahaan. (Ratna/sb)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.